Senin, 21 Juni 2010

Dua Jempol Buat Selandia Baru

Saya harus memberikan dua acungan jempol -- kalau empat rasanya tak sopan -- untuk penampilan Selandia Baru. Gagah berani, tak kenal takut yang berujung pada hasil luar biasa; menahan imbang juara bertahan Italia 1-1, Minggu malam.

Pujian memang pantas diberikan pada The All Whites -- julukan Selandia Baru. Coba tengok beberapa catatan ini:

Selandia Baru tampil untuk kedua kalinya di Piala Dunia, setelah 1982 dimana mereka kalah di tiga pertandingan. Cuma memasukkan dua gol dan kemasukan tiga gol. Mereka memasuki Afrika Selatan dengan status ranking 78 dunia.

Lawannya? Italia adalah juara bertahan dan peringkat 5 dunia.

Sekali lagi, ranking dunia FIFA, tak ada artinya di Piala Dunia 2010 kali ini. Prancis, Inggris, Jerman, Spanyol -- kecuali Argentina dan Belanda -- harus mengecap rasanya tampil buruk atau kekalahan.

Pada laga di Mbombela Stadium, Nelspruit, Shane Smeltz -- pemain yang cuma memperkuat klub lokal Gold Coast United -- memanfaatkan kesalahan bek gaek Fabio Cannavaro -- yang pada pertandingan ini tampil untuk yang ke-135 kalinya -- untuk mencetak gol di menit ke-7.

Italia akhirnya memang bisa menyamakan skor di menit ke-28, tapi dengan catatan 'jasa' Daniel de Rossi. Gelandang AS Roma itu begitu mudahnya terjatuh di kotak penalti setelah kostumnya ditarik bek Selandia Baru, Tommy Smith. Wasit Carlos Batres asal Guatemala menunjuk titik putih dan Vincenzo Iaquinta sukses menaklukkan kiper Mark Paston.

Skuad Marcello Lippi itu sebenarnya tak bisa dikatakan buruk-buruk amat. Statistik pertandingan FIFA menunjukkan pasukan biru itu melakukan 23 tendangan dengan 7 diantaranya mengarah ke gawang. Vincenzo Iaquinta, Gianluca Zambrotta, Daniele De Rossi, Mauro Camoranesi, Antonio Di Natale, dan Riccardo Montolivo tercatat mendapat kesempatan. Tapi semuanya tak menghasilkan gol.

Nah, yang lucu, Man of the Match dalam laman FIFA justru terpilih Daniele De Rossi. Jika mau jujur seharusnya si pencetak gol Shane Smeltz atau kiper Mark Paston yang sukses menahan serbuan pemain Italia yang jauh lebih pantas sebagai pemain terbaik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar